Si Kaya yang Termarginalkan
Suatu Reinterpretasi Kisah Zakheus sebagai Korban Stigmatisasi Melalui Kritik Ideologi
Keywords:
Zakheus, Kekerasan Kultural, IdeologiAbstract
Tulisan ini hendak menelusuri indikasi tindak kekerasan kultural yang dialami oleh Zakheus dalam teks Lukas 19:1-10. Teks ini seringkali dipahami dengan tema-tema seputar pertobatan atau transformasi dari kehidupan Zakheus sebagai orang berdosa menuju perubahan arah hidup yang baru. Tak jarang kisah ini juga dianggap menggambarkan pengalaman Zakheus yang diasingkan dari kelompok masyarakat Yahudi sebagai akibat dari perilakunya yang tidak adil kepada orang-orang miskin. Padahal, bila ditelusuri lebih jauh, narasi Lukas tidak menunjukkan adanya indikasi bahwa Zakheus merupakan pelaku utama. Dengan demikian maka interpretasi terhadap teks ini justru berpotensi memarginalkan Zakheus. Untuk itu, penulis hendak mengkaji dan menelusuri kembali teks ini melalui kritik ideologi untuk menemukan bagaimana corak Injil Lukas dalam kisah ini menampilkan marginalisasi Zakheus sebagai seorang kaya yang menjadi korban atas stigmatisasi masyarakat. Adapun tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan studi pustaka sebagai metode pengumpulan data yang memuat pembahasan seputar konteks historis, sosio-kultural, hubungan antar teks, dan ideologi yang terkandung di dalamnya.
References
Aichele, George. The Postmodern Bible: The Bible and Culture Collective. New York: Vail-Ballou Press, 1995.
Arcadius Benawa. “Sikap Respek Yesus terhadap Penyandang Disabilitas.” International Journal of Disabilities and Social Inclusion Vol. 2 No. (2022): 37.
B. F. Drewes. Satu Injil Tiga Pekabar. 12 ed. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.
C. Groenen. Pengantar ke dalam Perjanjian Baru. 18 ed. Yogyakarta: Kanisius, 1984.
Christopher Naseri. “The Story of Zacchaeus: Vindication or Conversion?” Nigerian Journal of Theology Vol. 26 (n.d.): 4–6.
Edi Purwanto. “Meneropong Ketimpangan Sosial Ekonomi Masyarakat Yahudi Pada Zaman Yesus Melalui Lensa Teori Sosial.” Jurnal Teologi Vol. 17, no. 1 (2019): 106.
Eky Zupaldry. “Ketika Si Binal Menggoda Si Manis: Sebuah Reinterpretasi Ideologi Kejadian 39:1-23 dalam Menyelisik Dinamika Kekuasaan dan Kekerasan Seksual.” Journal of Divinity, Peace, and Conflict Studies Vol 3, no. 1 (2023): 77.
Fajar Khaswara. “Teori Konflik Menurut Johan Galtung.” Gunung Djati Conference Series Vol. 4 (2021): 654–655.
J. H. Bavinck. Sejarah Kerajaan Allah 2. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
J.B. Banawiratma. Berteologi Sosial Lintas Ilmu: Kemiskinan Sebagai Tantangan Hidup Beriman. Yogyakarta: Kanisius, 1993.
Linda Dwi Eriyanti. “Pemikiran Johan Galtung tentang Kekerasan dalam Perspektif Feminisme.” Jurnal Hubungan Internasional Vol. 6, no. 1 (2017): 29–30.
Mahanum. “Tinjauan Kepustakaan.” Journal of Education Vol. 1, no. 2 (2021): 2.
Samuel Benyamin Hakh. Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar, dan Pokok-pokok Teologisnya. Jakarta, 2019.
———. Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar, dan Pokok-pokok Teologisnya. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.
Walter Wink. Jesus and Nonviolence: A Third Way. Minneapolis: Ausburg Fortress, 2003.
Warih Anjari. “Fenomena Kekerasan Sebagai Bentuk Kejahatan.” Jurnal Widya Yustisia Vol. 1 No. (2014): 43.
WHO. “Pendekatan Aliansi Kekerasan.” https://www.who.int/groups/violence-prevention-alliance/approach.
William Barclay. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Injil Lukas. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.
Yosef Purnama Widyatmaja. Yesus dan Wong Cilik: Praksis Diakonia Transformatif dan Teologi Rakyat di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.



