Praktik Persembahan Sulung oleh Umat Katolik Stasi St. Maria Imakulata Oeltua, Nusa Tenggara Timur
Keywords:
Keywords: practice; firstfruits offering; the Catholics; chapel of Oeltua, Kata Kunci: praktik; persembahan sulung; umat Katolik; stasi OeltuaAbstract
This study aims to discuss and explain the practice of the firstfruits offering by the Catholics in the Chapel of St. Maria Imakulata Oeltua, NTT. This research is a qualitative study using literature approach. The Catholics in Oeltua still practice the firstfruits offering. They offer some of the produce of agriculture, ranching, and other works as the firstfruits offering in the Eucharist on Sunday. The Catholics in Oeltua will not enjoy the fruits of their works until a portion of the fruits of their works are given as the firstfruits offering. The practice of firstfruits offering has a biblical basis, especially in the Old Testament. The firstfruits offering has several meanings, namely an effort to build a relationship with God, a sign of love and faith in God, an expression of gratitude to God, a form of praise and adoration to God, a form of humility before God, a form of involvement to support the ministry and the life of the Church, and a sign of commitment to God. The firstfruits offering concerns first and foremost an expression of gratitude and not the type and quantity of material offered. So, the firstfruits offering can be given in various forms, such as a portion of income (e.g. salary), time, energy, or also ability. All of these things can be presented to God as an expression of gratitude for the glory of God and support the life and ministry of the Church.
Kajian ini bertujuan untuk membahas dan menjelaskan praktik persembahan sulung yang dilakukan oleh umat Katolik di Stasi St. Maria Imakulata Oeltua, NTT. Penelitian ini merupakan sebuah kajian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan. Umat Katolik di Stasi St. Maria Imakulata Oeltua masih mempraktikkan persembahan sulung. Mereka mempersembahkan sebagian hasil pertanian, peternakan, dan pekerjaan lainnya sebagai persembahan sulung dalam perayaan Ekaristi pada hari Minggu. Umat Katolik Oeltua pada umumnya tidak akan menikmati hasil pekerjaan mereka sebelum sebagian dari hasil pekerjaan mereka tersebut diberikan sebagai persembahan sulung. Praktik persembahan sulung tersebut mempunyai dasar biblis, terutama dalam Perjanjian Lama. Persembahan sulung mempunyai beberapa makna, yakni upaya untuk membangun relasi dengan Allah, tanda kasih dan wujud iman kepada Allah, ungkapan syukur kepada Tuhan, bentuk pujian dan sembah bakti kepada Tuhan, wujud kerendahan hati di hadapan Tuhan, bentuk keterlibatan untuk mendukung karya pelayanan dan kehidupan Gereja, dan tanda komitmen kepada Allah. Persembahan sulung pertama-tama dan terutama menyangkut ungkapan syukur dan bukan menyangkut jenis dan kuantitas materi yang dipersembahkan. Jadi, persembahan sulung dapat diberikan dalam berbagai rupa, seperti sebagian dari penghasilan (misalnya gaji), waktu, tenaga, atau juga kemampuan. Semua hal itu dapat dipersembahkan kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur demi kemuliaan Tuhan dan mendukung hidup dan karya pelayanan Gereja.
References
Arlandson, James Malcolm. Women, Class, and Society in Early Christianity: Models from Luke-Acts. US: Hendrickson Publishers, 1997.
Artur, Jhon F. Mac. Memberi Kepada Allah. Jakarta: BPK Gunung Mulia,1986.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. “Persentase Penduduk Menurut Agama yang Dianut (Persen), 2020-2022”. https://kupangkab.bps.go.id/indicator/108/179/1/persentase-penduduk-menurut-agama-yang-dianut.html.
Bagiyowinadi, F. X. Didik. “Bukan Persepuluhan Melainkan Persembahan yang Ikhlas-Bebas-Pantas.” Iman Katolik. 21 Juni 2011. https://www.imankatolik.or.id/persepuluhan.html.
Barclay, William. The Daily Study Bible: The Gospel of Luke. US: John Knox Press, 2001.
Benyamin, Yoel. “Kajian Praktis Penerapan Arti Persembahan: Perspektif Perjanjian Baru.” Ginosko 1, no. 2 (Mei 2020): 107-117.
Beyer, Ulrich dan Evalina Simamora. Memberi dengan Sukacita: Tafsir dan Teologi Persembahan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Bruggen, Jakob Van. Markus: Injil Menurut Petrus Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Cibro, Jipora Ngotmaina, dkk. “Perspektif Jemaat tentang Mempersembahkan Tubuh sebagai Ibadah yang Sejati Berdasarkan Roma 12:1-2 di Kehidupan Keluarga Kristen GKPPD Prongil Jehe.” Jurnal Magistra 2, no. 1 (Maret 2024): 24-38.
Darmaputera, Eka. Hidup yang Bermakna. Jakarta: Gunung Mulia, 2009.
Douglas, J. D. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid I. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1992.
Drane, John. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar Historis-Teologis. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.
Dwiraharjo, Susanto. “Persembahan yang Hidup sebagai Buah dari Pembenaran oleh Iman Menurut Roma 12:1-2.” Prudentia 1, no. 1 (Juni 2018): 1-24.
Elmi, Elda, dkk. “Persembahan yang Layak di hadapan Tuhan Ditinjau dari Kejadian 4:1-16 Perspektif Teori Behavioristik.” (Desember 2019): 1-10.
Gara, Nico. Menafsirkan Alkitab Secara Praktis. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.
Gea, Ibelala dan Merida Gea. “Makna Persembahan Persepuluhan dan Relevansinya pada Gereja Masa Kini.” Areopagus 19, no. 2 (September 2021): 78-90.
Gulo, Cange Esra Runisi. “Konsep Mencapai Doa sebagai Persembahan yang Murni kepada Tuhan menurut St. Ishak dari Niniweh.” Jurnal Salvation 3, no. 2 (Januari 2023): 123-131.
Handoko, Yakub Tri. “Apakah Orang Kristen Wajib Memberikan Buah Sulung?.” Reformed Exodus Community. 9 Februari 2020. https://rec.or.id/apakah-orang-kristen-wajib-memberikan-buah-sulung-bagian-1/.
Harianja, Simion Diparuma dan Pestaria Naibaho. Liturgi dan Musik Gereja. Medan: CV Mitra Dwi Lestari, 2011.
Henry, Matthew. Tafsiran Injil Markus. Surabaya: Momentum Christian Literature, 2007.
-------------------. Tafsiran Kitab Kejadian. Surabaya: Momentum Christian Literature, 2014.
Herlianto. Teologi Sukses: Antara Allah dan Mamon. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993.
Hutauruk, J. R. Lahir, Berakar, dan Bertumbuh di Dalam Kristus. Tapanuli Utara: Kantor Pusat HKBP, 2011.
Jian, Wiharja. Persembahkan yang Baik dan Benar. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2001.
Konferensi Waligereja Indonesia. Kitab Hukum Kanonik (Codex Iuris Canonici). Cet. VI. Jakarta: Dokpen KWI, 2019.
Konferensi Waligereja Region Nusa Tenggara. Katekismus Gereja Katolik. Penerj. Herman Embuiru. Ende: Nusa Indah, 2007.
Lase, Erniwati. “Mendidik Anak dalam Memberi Persembahan terhadap Peningkatan Spiritualitas di Gereja Kristen Eklesia Mentawai.” Inculco Journal of Christian Education 1, no. 2 (Juni 2021): 83-92.
Lusi, Astrid Bonik. “Menolak dan Merangkul Koruptor Berdasarkan Kisah Persembahan Seorang Janda Miskin dalam Lukas 21:1-4.” Pax Humana Jurnal Humaniora Yayasan Bina Darma 3, no. 2 (2016): 185-198.
Mandagi, Harry. “Apakah Pemberian Buah Sulung Masih Relevan?.” Tabloid Mitra Indonesia. 3 Januari 2024. https://tabloidmitra.com/apakah-pemberian-buah-sulung-masih-relevan/.
Napel, Henk ten. Jalan yang Lebih Utama: Etika Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Ndruru, Emanuel Kristinus, dkk. “Sosialisasi tentang Pentingnya Kesadaran dalam Memberikan Persembahan kepada Tuhan di Jemaat GKSI Pelita Harapan Lembokodi.” Jurnal PKM Setiadharma 4, no. 1 (April 2023): 1-10.
Noordergraaf, A. Orientasi Diakonia: Teologi dalam Perspektif Reformasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.
Omanson, Roger L. dan John Ellington. Pedoman Penafsiran Alkitab: Surat 2 Korintus. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2019.
Patty, Agustina Christina dan Gugus Irianto. “Akuntabilitas Perpuluhan Gereja.” Jurnal Akuntansi Multiparadigma 4, no. 2 (2013): 177-187.
Post, Walter M. Tafsiran Injil Markus. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1995.
Pramono, Yonathan W. “Relevansi Ajaran Kitab Maleakhi tentang Persembahan Persepuluhan bagi Kehidupan Umat Kristen Masa Kini.” Veritas Lux Mea 2, no. 2 (2020): 158-170.
Pranoto, David Susilo. “Sikap Memberi Persembahan Menurut Injil Markus 12:41-44.” Manna Rafflesia 1, no. 1 (Oktober 2014): 17-36.
Reid, Barbara. Choosing The Better Part? Woman in The Gospel of Luke. Minessota: Liturgical Press, 1996.
Sikas, Yohanis. “Laporan Akhir Tahun 2023 Stasi St. Maria Imakulata Oeltua.”
Silitonga, Chris. “Sikap/Pandangan GBI Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Mengenai Persembahan Sulung.” (2020): 1-11. https://hmministry.id/userfiles/osp/PersembahanSulung.pdf.
Sinaga, Marlon dan Robi Panggarra. “Tinjauan Teologis Pengajaran Persepuluhan terhadap Pemberian Persembahan Persepuluhan di GKII Jemaat Tamalanrea Makassar.” Repository Skripsi Online 3, no. 1 (2021): 39-47.
Sirait, Bingman. Menjadi Manusia Sempurna. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.
Sitanggang, Murni H. “Teologi Biblika Mengenai Perpuluhan.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 12, no. 1 (2011): 19-37.
Sitanggang, Pintor M., dkk. “Persembahan dalam Agama Suku Parmalim dan Kristen.” Innovative: Journal of Social Science Research 3, no. 3 (2023): 11375-11393.
Sitompul, A. A. Persembahan yang Sejati. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
Situmorang, Kosmartua. “Tinjauan Teologis Motivasi Pemberian Persembahan sebagai Bukti Esensi Ibadah Menurut Kejadian 4:1-16 dan Aplikasinya dalam Kehidupan Ibadah Pribadi Kristiani Masa Kini (Studi Analisis Kasus di Gereja GBI Glow Fellowship Centre Thamrin Residence Jakarta.” Jurnal Teologi Dikaiosune 1, no. 1 (Oktober 2023): 43-59.
Tambunan, Tanjung, Janes Sinaga, dan Juita Sinambela. “Pengaruh Pemberian Persembahan terhadap Pelayanan dan Kemajuan Kerohanian Anggota Jemaat.” Juitak: Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (Juni 2024): 1-15.
Tenney, Merrill C. Pictorial Encyclopedia of the Bible Vol.4 Q-Z. Michigan, AS: The Zondervan Corporation, 1976.
Umboh, Sonny Herens. “Analisa Deskriptif Penyembah yang Benar dalam Memberikan Persembahan kepada Tuhan.” Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 2 (Juli 2024): 250-262.
Vira, Reyka Dhesta, Darsi Darsi, dan Frececilya Brilianda. “Makna Persembahan dari Kejadian 4:1-16 dan Implikasinya terhadap Masa Kini.” Innovative: Journal of Social Science Research 3, no. 2 (2023): 10563-10572.
Wongso, Peter. Doktrin Keselamatan. Malang: SAAT, 1993.



