Solidaritas sebagai Implikasi Semangat Teologi Pembebasan untuk Membebaskan ODGJ dari Belenggu Stigma

Authors

  • Eugenius Koresy Bour Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

DOI:

https://doi.org/10.60157/conscientia.v3i1.41

Abstract

Abstract

This paper aims to show solidarity as an important element in liberation theology to free people with mental disorders from the shackles of stigma. This study is a qualitative study. The object of this research is the phenomenon of stigma against people with mental disorders. The data used in this study are data from previous studies on stigma against people with mental disorders. The phenomenon of stigma against people with mental disorders is contrary to the spirit of liberation theology. In the perspective of liberation theology, the phenomenon of stigma against people with mental disorders is seen as a situation of injustice that oppresses and shackles people with mental disorders, making them suffer even more. Solidarity is offered as an appropriate attitude and action in an effort to free people with mental disorders from the shackles of stigma. There are three important elements of solidarity, namely sensitivity, care, and empathy. The form of solidarity is a counter-stigma attitude (anti stigma) towards people with mental disorders, which is an attitude of rejection or disapproval of attitudes and actions that stigmatize them. Thus, solidarity is an appropriate response to free people with mental disorders from the shackles of stigma. The real manifestation of solidarity is the attitude and actions that counter stigma.

Keywords: Liberation Theology, Solidarity, People with Mental Disorders, Stigma

 

Abstrak

Tulisan ini hendak menunjukkan solidaritas sebagai sebuah elemen penting dalam teologi pembebasan untuk membebaskan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari belenggu stigma. Kajian ini merupakan kajian kualitatif. Objek penelitiannya adalah fenomena stigma terhadap ODGJ. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data dari kajian sebelumnya tentang stigma terhadap ODGJ. Fenomena stigma terhadap ODGJ merupaka hal yang bertentangan dengan semangat teologi pembebasan. Dalam perspektif teologi pembebasan, fenomena stigma terhadap ODGJ dipandang sebagai suatu situasi ketidakadilan yang menindas dan membelenggu ODGJ, sehingga mereka semakin menderita. Solidaritas ditawarkan sebagai suatu sikap dan tindakan yang tepat dalam upaya membebaskan ODGJ dari belenggu stigma. Ada tiga elemen penting dari solidaritas, yakni rasa peka, sikap peduli, dan rasa empati. Wujud dari solidaritas tersebut adalah sikap kontra stigma (antistigma) terhadap ODGJ, yakni suatu sikap penolakan atau tidak setuju terhadap sikap dan tindakan yang menstigma ODGJ. Jadi, solidaritas menjadi satu tanggapan yang tepat untuk membebaskan para ODGJ dari belenggu stigma. Wujud nyata dari solidaritas itu adalah sikap dan tindakan yang kontra stigma.

Kata Kunci: Solidaritas, Teologi Pembebasan, ODGJ, Stigma

References

Akbari, M., Alavi, M., Irajpour, A., and Maghsoudi, J. (2018). Challenges of Family Caregivers of Patients with Mental Disorders in Iran: A Narrative Review. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 23(5).

Aldiabat, K., Alsrayheen, E. A., Alshammari, M., Le Navenec, C. L., and Griscti, O. (2023). Omani Families Caring for A Member with Mental Illness: A Descriptive Qualitative Study. The Qualitative Report, 28(7), 1992-2010.

Angela, S., Sukamto, A., dan Mulyanti, T. (2021). Yesus Antara Zelot dan Eseni: Konstruksi Teologi Transformatif dalam Konteks Indonesia. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(1), 82-99.

Anggreni, N. W. Y., dan Herdiyanto, Y. K. (2017). Pengaruh Stigma terhadap Self Esteem pada Remaja Perempuan yang Mengikuti Ektrakurikuler Tari Bali di SMAN 2 Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 4(1), 208-221.

Anis, Ibrahim, dkk., (1973). Al-Mu’jam al-Wasith. Cet. VIII. Mesir: Dar al-Ma‟arif.

Asti, A. D., Sarifudin, S., dan Agustin, I. M. (2016). Public Stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa di Kabupaten Kebumen. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 12(3).

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi V. Cet. I. Jakarta: Balai Pustaka.

Barus, A. (2020). Konsep Miskin dalam Lukas-Kisah Para Rasul. Jurnal Amanat Agung, 16(2), 186-226.

Bevans, Stephen B. (2002). Model-Model Teologi Kontekstual. Maumere: Ledalero.

Botterwech, G. J., dan H. Ringgren (ed.). (1974). Theological Dictionary of The Old Testament. Volume I. Micghan: Eerdmans Publishing Company.

Catholic Social Teaching. Solidarity. <https://web.archive.org/web/20180320135740-/http://www.catholicsocialteaching.org.uk/themes/solidarity/>.

Corrigan, P. W., and Al-Khouja, M. A. (2019). Reactions to Solidarity Versus Normalcy Messages for Antistigma Campaigns. The Journal of Nervous and Mental Disease, 207(12), 1001-1004.

Corrigan, P. W., Kundert, C., and Laique, A. (2022). The Impact of Contact and Fame on Changing the Public Stigma of Mental Illness. Community Mental Health Journal, 673-678.

Corrigan, P. W., Larson, J. E., and Ruesch, N. (2009). Self-Stigma and the ‘Why Try’ Effect: Impact on Life Goals and Evidence-based Practices. World Psychiatry, 8(2), 75-81.

Covarrubias, I., and Han, M. (2011). Mental Health Stigma about Serious Mental Illness among MSW Students: Social Contact and Attitude. Social Work, 56(4), 317-325.

Daulima. (2014). Pelatihan Praktik Keperawatan Jiwa Terkini. Jakarta: Grasindo.

Dewi, E. I., Wuryaningsih, E. W., dan Susanto, T. (2020). Stigma Against People with Severe Mental Disorder (PSMD) with Confinement “Pemasungan”. Nurse Line Journal, 4(2), 131-138.

Dey, W. F. B. (2021). Keberpihakan Gereja terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Atma Reksa: Jurnal Pastoral dan Kateketik, 2(2), 82-90.

Dhogo, P. C. (2015). Yesus Mengulurkan Tangan dan Menjamah. Jurnal Ledalero, 14(2), 271-286.

Estria, S. R. (2021). Direct Contact Challenge: Metode Menurunkan Stigma dan Meningkatkan Empati terhadap ODGJ. Prosiding University Research Colloquium, 641-649.

Gilang, P., Yani, D.I., dan Sutini, T. (2016). Gambaran Stigma Masyarakat terhadap Klien Gangguan Jiwa Di RW 09 Desa Cileles Sumedang. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 2(1), 29-37.

Girma, E., Tesfaye, M., Froeschl, G., Möller-Leimkühler, A. M., Müller, N., & Dehning, S. (2013). Public Stigma Against People with Mental Illness in The Gilgel Gibe Field Research Center (GGFRC) in Southwest Ethiopia. PloS one, 8(12).

Gulo, Arif Yupiter. (2020). Berilah Aku Minum: Mengungkap Makna Dialogis Yesus dengan Perempuan Samaria Berdasarkan Yoh 4:7b. Integritas, 2(2).

Gumelar, F., dan Wijaya, H. (2019). Peran Gereja Masa Kini Menyikapi Teologi Pembebasan Gutiérrez. BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 2(1), 14-26.

Gutiérrez, Gustavo. (1973). A Theology of Liberation: History, Politic, and Salvation. Maryknol: Orbis Book.

Harming, H. (2017). Metode Penginjilan Yesus dalam Injil Yohanes 4:1-42. Evangelikal, 1(2), 162-169.

Hartanto, A. E., Hendrawati, G. W., dan Sugiyorini, E. (2021). Pengembangan Strategi Pelaksanaan Masyarakat terhadap Penurunan Stigma Masyarakat pada Pasien Gangguan Jiwa. Indonesian Journal for Health Sciences, 5(1), 63-68.

Hasan, A. A. H., dan Musleh, M. (2017). Public Stigma toward Mental Illness in Jordan: A Crosssectional Survey of Family Members of Individuals with Schizophrenia, Depression, and Anxiety”. J. Psychosocial Nursing and Mental Health Service, 55(6) 36-43.

Herdiyanto, Y., Tobing, D., dan Vembriati, N. (2017). Stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa di Bali. Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(2), 121-132.

Hutapea, R. H., dan Sidabutar, H. (2020). Teologi Keselamatan Injil Lukas 19: 1-10 dan Implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Sanctum Domine: Jurnal Teologi, 10(1), 1-16.

Jati, W. R. (2014). Agama dan Politik: Teologi Pembebasan sebagai Arena Profetisasi Agama. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 22(1), 133-156.

Juwaini, Ahmad. Peduli Adalah. 2010. <https://nasional.kompas.com/read/-2010/08/24-/01134533-/~Oase~Jeda>.

Kaparounaki, C. K., Koraka, C. A., Kotsi, E. S., Ntziovara, A. M. P., Kyriakidis, G. C., and Fountoulakis, K. N. (2019). Greek University Student’s Attitudes and Beliefs Concerning Mental Illness and Its Treatment. International Journal of Social Psychiatry, 65(6), 515-526.

Kapungwe, A., et al. (2010). Mental Illness-Stigma and Discrimination in Zambia. African Journal of Psychiatry, 13(3), 192-203.

Kittel, G. (ed.). (1996). Theological Dictionary of The Old Testament. Volume VI. Micghan: Grand Rapids.

Lasalvia, A., Bellomo, A., Colizzi, M., and Ventriglio, A. (2019). Stigma as the Main Obstacle in Health Care and Human Rights among People with Mental Disorders: A Rights-Based Ethics Approach. Rivista Sperimentale di Freniatria: La Rivista Dei Servizi di Salute Mentale, 143(3), 133-153.

Lembaga Biblika Indonesia. (2002). Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. ed. Dianne Bergant dan Robert J. Karris. Yogyakarta: Kanisius.

Lestari, W., dan Wardhani, Y. F. (2014). Stigma dan Penanganan Penderita Gangguan Jiwa Berat yang Dipasung. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 17(2), 157-166.

Madung, O. G. N., Sihombing, A. A., & Prasojo, Z. H. (2023). Human Rights and Views of the Catholic Church under Habermas Discourse Theory. Journal of Southeast Asian Human Rights, 7(2), 154-175.

Mali, Mateus. (2016). Gutiérrez dan Teologi Pembebasan. Orientasi Baru, 25(1), 19-36.

Mascayano, F., et al. (2020). Including Culture in Programs to Reduce Stigma toward People with Mental Disorders in Low- and Middle-Income Countries. Transcultural psychiatry, 57(1).

Meyers, Bryant L. (2011). Walking with The Poor. New York: Orbis Books.

Nasriati, R. (2017). Stigma dan Dukungan Keluarga dalam Merawat Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Medisains: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan, 15(1), 56-65.

Oexle, N., Waldmann, T., Staiger, T., Xu, Z., dan Rüsch, N. (2018). Mental Illness Stigma and Suicidality: The Role of Public and Individual Stigma. Epidemiology and Psychiatric Sciences, 27(2), 169-175.

Ozamiz-Etxebarria, N., de Azúa García, S. R., Gorrotxategi, M. P., & Cornelius-White, J. H. (2022). Reducing Stigma towards Mental Disorder in Social Education Students through Case Studies and Problem-Based Learning. Psicología Conductual, 30(2), 465-481.

Patel, V. and Bhui, K. (2018). Unchaining People with Mental Disorders: Medication Is Not the Solution. The British Journal of Psychiatry, 212(1).

Pink, Daniel H. (2019). A Whole New Mind Bagaimana Para Pengguna Otak Kanan Mampu Menguasai Masa Depan. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Pope Francis. (2013). Evangelii Gaudium. Vatican City: Libreria Editrice Vaticana.

Pot, M. (2022). Epistemic Solidarity in Medicine aand Healthcare. Medicine, Health Care and Philosophy, 25(4), 681-692.

Puggioni, R. (2016). Pope Francis, Liberation Theology, and Social Global Justice: Some Elements for Discussion from The Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium. Exchange, 45(3), 227-251.

Rabbani, Aletheia. (2021). Pengertian Kepekaan Diri dan Sosial, Cara Menumbuhkan, dan Jenisnya. <https://www.sosial79.com/2021/04/pengertian-kepekaan-diri-dan-sosial.-html>.

Roesmijati, R. (2022). Teologi Pembebasan dalam Human Trafficking Ditinjau dari Manusia sebagai Gambar Allah dan Sila Kedua Pancasila. Kingdom, 2(2), 137-147.

Saidang, S., dan Suparman, S. (2019). Pola Pembentukan Solidaritas Sosial dalam Kelompok Sosial Antara Pelajar. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 3(2), 122-126.

Saputro, Puput. (2022). Apa arti Peka, Ketahui juga Manfaat dan Cara untuk Menumbuhkan Kepekaan dalam Diri. <https://plus.kapanlagi.com/-memahami-apa-arti-peka-ketahui-juga-manfaat-dan-cara-untuk-menumbuhkan-kepekaan-dalam-diri-145682.html >.

Sitompul, Dian Novita. (2015). Pengaruh Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Role-Playing terhadap Perilaku Solidaritas Siswa dalam Menolong Teman. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial, 1(1).

Sobrino, Jon. (1994). Jesus the Liberator: A Historical-Theological Reading of Jesus of Nazareth. Kent: Burns & Oates.

Steenbrink, Karel A. (1987). Perkembangan Teologi Kristen Modern. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press.

Stegeman, Wolfgang. (1994). Injil dan Orang-orang Miskin. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Subu, M. A., Holmes, D., & Elliot, J. (2016). Stigmatisasi dan Perilaku Kekerasan pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 19(3), 191-199.

Susanto, H. (2018). Teologi Pembebasan yang Berpihak kepada Kelompok Marginal. Teologi SIAP: Suci Iman Akademis dan Praktis, 17(2), 83-90.

Sutejo. (2017). Keperawatan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: PT. Pustaka Baru.

Thornicroft, et al. (2007). Stigma: Ignorance, Prejudice or Discrimination. The British Journal of Psychiatry, 190(3), 192-193.

Trigueros, R., Navarro, N., Mercader, I., Aguilar-Parra, J. M., Lopez-Liria, R., and Rocamora-Pérez, P. (2022). Self-Stigma, Mental Health and Healthy Habits in Parent of Children with Severe Mental Disorder. Psychology Research and Behavior Management, 227-235.

Umar, Rhendi. (2021). Kisah Zakheus, Pemungut Cukai yang Bertobat Usai Bertemu Yesus: Apa yang Kuperas akan Kukembalikan. 2021. <https://manado.-tribunnews.com-/2021/09/19/kisah-zakheus-pemungut-cukai-yang-bertobat-usai-bertemu-yesus-apa-yang-kuperas-akan kukembalikan>.

Usraleli, U., Fitriana, D., Magdalena, M., Melly, M., dan Idayanti, I. (2020). Hubungan Stigma Gangguan Jiwa dengan Perilaku Masyarakat pada Orang dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Karya Wanita Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 353-358.

Yonatan, Agnes Z. (2022). Empati Adalah: Pengertian, Manfaat, Ciri, dan Contoh Perilakunya. <https://www.detik.com/bali/berita/d-6423902/empati-adalah-pengertian-manfaat-ciri-dan-contoh-perilakunya>.

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Bour, E. K. (2024). Solidaritas sebagai Implikasi Semangat Teologi Pembebasan untuk Membebaskan ODGJ dari Belenggu Stigma . CONSCIENTIA: Jurnal Teologi Kristen, 3(1). https://doi.org/10.60157/conscientia.v3i1.41

Issue

Section

Articles