Bergandengan Tangan Bersama Menghadapi Tantangan
Suatu Tinjauan Teologi Agama-Agama Terhadap Relasi Islam-Kristen dalam Mewujudkan Suatu Masyarakat Liberatif di Kota Kupang.
DOI:
https://doi.org/10.60157/conscientia.v2i2.36Abstract
Indonesia adalah negara dengan tingkat keberagaman yang tinggi, terkhusunya dalam hal agama. Pluralitas agama menuntut umat untuk hidup dalam toleransi guna menghindari konflik-konflik yang menganggu stabilitas dalam masyarakat. Dewasa ini, komunitas-komunitas agama dituntut untuk tidak hanya berdampak ke dalam, memelihara spiritualitas pengikutnya, tetapi juga berdampak keluar, membawa pengaruh postif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam tulisan ini penulis secara khusus menaruh perhatian pada Kota Kupang yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen dan Islam dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai isu-isu sosial kemanusiaan, sebut saja kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, gizi buruk, perdagangan orang dan lain sebagainya. Mengingat persentasi jumlah pemeluk kedua agama di kota Kupang berada di angka lebih dari sembilan puluh persen, respon kedua komunitas agama ini terhadap isu-isu sosial dapat memberi dampak yang signifikan. Tulisan ini bertujuan untuk menggali kerangka teologis dari agama Kristen-Islam yang jika diimplementasikan dapat mempererat kerjasama kedua agama dalam mengatasi isu-isu kemanusiaan yang berkembang dewasa ini. Sebagai agama yang berasal dari Abrahamic tradition umat Kristiani dan umat Muslim, meskipun berbeda secara doctrinal, tetapi memiliki kesamaan dalam nilai-nilai ajarannya yang jika digali dan didialogkan dapat menciptakan suatu common-ground dalam merespons permasalah social dalam masyarakat. Kerangka-kerangka teologis yang bersifat liberatif yang dapat dijadikan landasan bersama dalam memungkinkan terwujudnya masyarakat liberatif yang berdampak langsung pada berkurangnya kasus-kasus sosial kemanusiaan di kota Kupang. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemerintah dan Lembaga-lembaga terkait adalah actor utama dalam mengentaskan persoalan kemanusiaan, akan tetapi agama juga dapat memberikan kontribusi dalam upaya ini. Dengan adanya kerangka teologis bersama, agama Kristen dan Islam dapat menciptakan kultur yang berpusat pada kemanusiaan dan mengesampingkan perbedaan-perbedaan teologis yang seringkali menjauhkan kedua umat bergama.
References
BIBLIOGRAFI
Ali, Maulana Muhammad. 1985. Islam The Religion of Humanity. Lahore: Ahmadiyya Anjuman Isha’at Islam.
Amaladoss, Michael. 2001. Teologi Pembebasan Asia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Aritonang, Jan S.2010. Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2014. Profil Daerah NTT 2014.
Badan Pusat Statistik Kota Kupang. 2017. KOTA KUPANG DALAM ANGKA 2017. Kupang. BPS Kota Kupang
Badan Pusat Statistik Provinsi NTT. 2017. Statistik Pendidikan Provinsi NTT. BPS Provinsi NTT
Badan Pusat Statistik Provinsi NTT. 2018. PROFIL KEMISKINAN PROVINSI NTT MARET 2018. BPS Provinsi NTT
Badan Pusat Statistik Kota Kupang. 2018. Statistik Daerah Kota Kupang 2018. BPS Kota Kupang
Berchmans, J. 2007. Makalah workshop “Relevansi Topik Penelitian Keagamaan di wilayah Propinsi NTT”. Semarang: Balai Litbang Agama
Bhagwat, Shonil A. Dkk. 2011. The Role of Religion in Linking Conservationv and
Development: Challenges and Opportunities. Sheffield: Equinox Publishing. Bird,
Adrian. 2008. M.M. Thomas: Theological Signposts for the Emergence of Dalit
Theology. Edinburg: University of Edinburg.
Blössner, Monika dan Mercedes de Onis. 2005. Malnutrition : Quantifying the health impact at
national and local levels.Geneva: World Health Organization
Bolong, Bertolomeus. 2013. Paradigma Misi Kesejahteraan Islam dam Kristen. Yogyakarta: San Juan.
Candelaria, Michael R. 1990. Popular Religion and Liberation The Dilemma of Liberation Theology. Albany: State University of New York Press.
Chen, Martin. 2002. Teologi Gustavo Gutierrez: Refleksi dari Praksis Kaum Miskin. Yogyakarta: Kanisius
Departemen Agama RI, Pedoman Dasar Kerukunan Umat Beragama, Jakarta: Sekjen Departemen Agama RI.
Dreyer, J.S. & Pieterse, H.J.C. 2010. Religion in the public sphere: What can public theology learn from Habermas’s latest work?. Unisa: Department Practical Theology. University of South Africa.
Farram, Steven Glen. FROM ‘TIMOR KOEPANG’ TO ‘TIMOR NTT’: A POLITICAL HISTORY
OF WEST TIMOR, 1901-1967. Charles Darwin University.
Green, Clifford J. 1999. Bonhoeffer: A Theology of Sociality. Grand Rapids: William B. Eerdmans Company
Gruchy, W. De. 1999. The Cambridge Companion to Dietrich Bonhoeffer. Cambridge: Cambridge University Press
Gutierrez, Gustavo. 1971. A Theology of Liberation: History Politics and Salvation. New York: Orbis Books.
Hagerdal, Hans. 2012. Lords of The Land, Lords of The Sea: Conflict and adaptation in early colonial Timor 1600-1800. Leiden: KITLV Press
Hawu Haba, Yuda (Editor) 2017. 70 Tahun Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Kupang: Kandil Semesta
Jones, Sydney dkk. 2015. Sisi Gelap Demokrasi : Kekerasan Masyarakat Madani di Indonesia. Jakarta: PUSAD Paramadina.
Kementerian PPN Bapenas. SDG untuk Anak-Anak di Indonesia: Profil singkat provinsi Nusa Tenggara Timur
Kolimon, Mery dkk (Penyunting). 2018. Menolak Diam, Jakarta: BPK Gunung Mulia. Latief, Hilman dan Zezen Zaenal Mutaqin (Penyunting). 2015. Islam dan Urusan Kemanusiaan.
Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Mojau, Julianus. 2012. Meniadakan atau Merangkul?: pergulatan teologis Protestan dengan Islam politik di Indonesia. Jakarta : Gunung Mulia.
Nassr, Seyyed Hossein. 2002. The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity. Maryland: HarperCollins.
Prior, John M. dkk (Penyunting). 2015. Jurnal Ledalero Wacana Iman dan Kebudayaan, Maumere: Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero.
Rajaiah, Jeyaraj. 1965. Dalit Humanization: a quest based on M.M.Tthomas’ Theology of Salvation and Humanization. Thimarajapuram: Universiteit Utrecht
Rohimat, Asep Maulana. 2018. Metodologi Studi Islam. Yogyakarta: Gerbang Media Aksara.
Schumann, Olaf. 2008. Dialog antarumat beragama: membuka babak baru dalam hubungan antarumat beragama. Jakarta: Gunung Mulia.
Sidjabat, W. Bonar. 1982. Religious Tolerance and The Christian Faith. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Sirait, Saut. 2016. Politik Kristen di Indonesia: Suatu Tinjauan Etis. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Sitompul, Einar (Editor). 2004. Teologi Politik: Agama-Agama dan Kekuasaan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan-PGI.
Thomas, M. M. 2003. The Church’s Mission and Post-Modern Humanism. Religion on line. United
Nations Human Rights, Human Rights and Human Trafficking. New York and Geneva: United
Nations.
Wellem, F.D. 2015. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh dalam Sejarah. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Widiyatmika, Munandjar. 2004. Sejarah Islam di Nusa Tenggara Timur. Departemen Pengembangan Madrasah DEPAG NTT
Wibowo, Wahju S. dan Robert Setio (Penyunting). 2015. Teologi Yang Membebaskan dan
Membebaskan Teologi. Yogyakarta: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia. Wijayanto, Hendri dkk (Penyunting). 2010. Memahami Kebenaran Yang Lain Sebagai Upaya Pembaharuan Hidup
Bersama. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. Woha, Umbu Pura. 2016. KOTA KUPANG,
KOTA KARANG,KOTA KASIH. Kupang: Artha Wacana Press
Yewangoe, A.A. 2009. Agama dan Kerukunan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Yewangoe, A.A. 2011. Tidak
Ada Negara Agama: Satu Nusa, Satu Bangsa. Jakarta: BPK Gunung Mulia
WAWANCARA
Abdulkadir Makarim. 2018. “Tanggapan Islam terhadap isu kemanusiaan di kota Kupang”. Hasil Wawancara Pribadi : 9 Juni 2019, Kuanino Kupang.
Fredrik Y. A. Doeka. 2019. “Tanggapan Akademisi terhadap isu-isu kemanusiaan di kota Kupang”. Hasil wawancara pribadi: 17 Juni 2019, Kantor Pasca Sarjana UKAWKupang.
Emmy Sahertian. 2019. “Tanggapan GMIT terhadap isu-isu kemanusiaan di kota Kupang”. Hasil
wawancara pribadi: 19 Juni 2019, Kantor Sinode GMIT Kupang.



