MAKNA PERINGATAN TERHADAP POHON ARA Analisis Naratif Lukas 13:6-9

Authors

  • Anika Catharina Takene Universitas Kristen Artha Wacana
  • Arly E. M de Haan
  • Fardhy Raga Lawa

DOI:

https://doi.org/10.60157/conscientia.v2i1.23

Abstract

Perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah memberikan catatan peringatan terhadap orang percaya masa kini tentang tanggung jawab menghasilkan “buah” di tengah dunia. Menghasilkan buah merupakan identitas orang percaya yang harus dilakukan. Pribadi seseorang dikenal melalui tindakannya sebagai wujud “buah” dalam hidupnya. Kesempatan untuk menghasilkan buah harus dimanfaatkan sebab ada saat tidak ada lagi kesempatan dan kebinasaan menjadi konsekuensinya. Penelitian ini dilakukan untuk memahami peringatan yang dimaksud. Dengan menggunakan metode kritik naratif maka dapat disimpulkan bahwa Allah adalah kasih. Kasih Allah tampak melalui kesempatan yang diberikan bagi umat-Nya untuk hidup dengan baik dan terawatt namun pada saat yang sama, kasih itu juga tampak melalui ketegasan untuk menjalankan konsekuensi terhadap setiap kesalahan. Selain itu, penegasan bahwa hidup manusia merupakan kepunyaan Allah juga menjadi pesan teks ini. Manusia tidak dapat memegahkan diri di hadapan Allah sebab Allah pemilik dan pengatur kehidupan. Akhirnya, setiap orang diwajibkan untuk memanfaatkan waktu dari Allah. Waktu hidup untuk menghasilkan buah harus dimanfaatkan.

Kata kunci: Peringatan, pohon_ara, berbuah, kesempatan

References

Bayer, A.A Sitompul dan Ulrich. Metode Penafsiran Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Drewes, B. F. Satu Injil Tiga Pekabar. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Edwards, O. C. Injil Lukas sebagai Cerita. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999.

Henry, Matthew. Tafsiran Injil Lukas. Surabaya: Momentum, 2014.

Joseph, Aldrin. “Mengungkap Makna Kutukan terhadap pohon Ara: Analisis Historis-Kritis Markus 11:12-14.” Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan 5, no. 2 (2020): 339–363.

Kasih, Yayasan Komunikasi Bina. Tafsiran Alkitab Masa Kini 3. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1983.

Leon-Dufour, Xavier. Ensiklopedi Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius, 2001.

Maiaweng, Penil C. D. “Penafsiran Narasi Perjanjian Lama.” Jurnal Jaffray 13, no. 2 (2015): 323–326.

Michie, David Rhoads dan Donald. Injil Markus sebagai Cerita. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Simamarta dan Tri Prasetya, Herman. “Analisis Narative Criticism Kisah Perumpamaan Orang Kaya dan Lazarus yang Miskin dalam Lukas 16:19-31.” Logon Zoes: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya 5, no. 1 (2022): 26–34.

Tarmedi, Petrus. “Analisis Naratif: Sebuah Metode Hermeneutika Kristiani Kitab Suci.” Jurnal Melintas 9, no. 23 (2013): 347–348.

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Takene, A. C., de Haan, A. E. M., & Raga Lawa, F. (2023). MAKNA PERINGATAN TERHADAP POHON ARA Analisis Naratif Lukas 13:6-9. CONSCIENTIA: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 63–72. https://doi.org/10.60157/conscientia.v2i1.23

Issue

Section

Articles