Kekuasaan dalam Markus 10:35–45
Kritik Ideologi dan Relevansinya bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini
Keywords:
Markus 10:35-45, Kritik Ideologi, Kepemimpinan KristenAbstract
Artikel ini menganalisis Markus 10:35–45 melalui pendekatan kritik ideologi untuk mengungkap bagaimana perikop tersebut membongkar dan membalikkan paradigma kepemimpinan dominatif yang mengakar dalam konteks sosial-politik Kekaisaran Romawi maupun dalam komunitas Markus. Permintaan Yakobus dan Yohanes untuk duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus mencerminkan internalisasi ideologi kekuasaan hegemonik yang menekankan status, kehormatan, dan hierarki. Melalui struktur naratif yang menempatkan peristiwa ini setelah nubuat penderitaan Yesus, Markus menampilkan kontras tajam antara ambisi murid dan jalan salib sebagai jalan kepemimpinan alternatif. Melalui kritik ideologi, penelitian ini menelaah relasi kuasa dalam teks dan konteksnya serta menunjukkan bagaimana Yesus merespons pola pikir dominatif murid dengan pembalikan ideologis yang radikal. Dengan menempatkan pengorbanan diri sebagai pusat otoritas, Markus menampilkan kepemimpinan Yesus sebagai wacana tandingan terhadap logika kekuasaan imperial. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa perikop ini bukan sekadar nasihat etis, tetapi intervensi teologis yang membentuk identitas komunitas Kristen sebagai komunitas pelayanan yang menolak struktur kuasa hierarkis. Dalam konteks gereja masa kini, pembacaan ideologis ini relevan untuk mengkritisi penyalahgunaan otoritas dan menawarkan kerangka kepemimpinan yang memprioritaskan integritas, akuntabilitas, dan solidaritas sebagai cerminan teladan Yesus.
References
Aichele, George, ed. The Postmodern Bible: The Bible and Culture Collective. New Haven, Conn London: Yale University Press, 1995.
Aimme Reskita, Iteor Tappi’ Cia’ba, Theo Lheci, Yuyun Febrianti, dan Hazaryani Bombongan. “Pembentukan Pemimpin Pelayan Berbasis Komunitas: Implementasi di Organisasi Nirlaba Kristen Mengacu Markus 10:45 dan Gagasan Robert K. Greenleaf.” Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2, no. 3 (Juli 2025): 01–18. https://doi.org/10.61132/nubuat.v2i3.1178.
Beyer, Hermann W. “διάκονος.” Dalam Theological Dictionary of The New Testament, disunting oleh Gerhard Kittel dan Gerhard Friedrich, II. Grand Rapids, Mich: Eerdmans, 1964.
BibleWorks. V. 10.0.4.114. t.t.
Carter, Warren. Jesus and the Empire of God: Reading the Gospels in the Roman Empire. 1st ed. Cascade Companions Series. Eugene: Wipf & Stock Publishers, 2021.
DeSilva, David A. Honor, Patronage, Kinship & Purity: Unlocking New Testament Culture. Westmont: InterVarsity Press, 2012.
Eagleton, Terry. Ideology: an introduction. London ; New York: Verso, 1991.
Foerster, Werner. “κατακυριεύω.” Dalam Theological Dictionary of The New Testament, disunting oleh Gerhard Kittel dan Gerhard Friedrich, III. Grand Rapids, Mich: Eerdmans, 1965.
———. “κατεξουσιάζω.” Dalam Theological Dictionary of The New Testament, disunting oleh Gerhard Kittel dan Gerhard Friedrich, II. Grand Rapids, Mich.: Eerdmans, 1964.
Gardner, Jane F. Women in Roman Law & Society. Bloomington: Indiana Univ. Press, 1986.
Gottwald, Norman K. “Social Class as an Analytic and Hermeneutical Category in Biblical Studies.” Journal of Biblical Literature 112, no. 1 (1993): 3. https://doi.org/10.2307/3267861.
Hardiman, Francisco Budi. Kritik ideologi: pertautan pengetahuan dan kepentingan. Cet. 2. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1993.
Keener, Craig S. The IVP Bible Background Commentary: New Testament. Nachdr. Downers Grove, Ill: InterVarsity Press, 2003.
Kgatle, Mookgo Solomon. “Discipleship misconceptions: A social scientific reading of James and John’s request for seats of honour (Mark 10:35-42).” STJ | Stellenbosch Theological Journal 3, no. 1 (Juli 2017). https://doi.org/10.17570/stj.2017.v3n1.a09.
Laloan, Rivaldo Joshua, dan Mieke Nova Sendow. “Kajian Hermeneutik Kritik Sosio-Retoris Markus 10:35-45 dan Implikasinya Bagi Mahasiswa Fakultas Teologi UKIT.” Educatio Christi 5, no. 1 (Januari 2024): 137–51. https://doi.org/10.70796/educatio-christi.v5i1.126.
Rengstorf, Karl Heinrich. “δοῦλος.” Dalam Theological Dictionary of The New Testament, disunting oleh Gerhard Kittel dan Gerhard Friedrich, II. Grand Rapids, Mich: Eerdmans, 1964.
Rhoads, David M., dan Donald Michie. Mark as Story: An Introduction to the Narrative of a Gospel. 14. [print.]. Philadelphia, Pa: Fortress Press, 1996.
Schüssler Fiorenza, Elisabeth. Untuk mengenang perempuan itu: rekonstruksi teologis feminis tentang asal-usul Kekristenan. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 1995.
Thompson, Bill. “Servant, Leader, or Both? A Fresh Look at Mark 10:35–45.” Journal of Applied Christian Leadership (JACL) 9, no. 2 (2015).
Winzenburg, Justin. Ephesians and empire: an evaluation of the epistle’s subversion of Roman imperial ideology. Wissenschaftliche Untersuchungen zum Neuen Testament. 2. Reihe 573. Tübingen: Mohr Siebeck, 2022.
Witherington, Ben. The Gospel of Mark: A Socio-Rhetorical Commentary. Chicago: Wm. B. Eerdmans Publishing Co, 2001.
Yee, G. A. “Ideological Criticism.” Dalam Dictionary of Biblical Interpretation, A-J. Nashville: Abingdon Press, 1999.



