Meneladani Yesus Membasuh Kaki Para Murid Berdasarkan Yohanes 13:1-17
Rekonstruksi Perspektif Jemaat Imanuel Kesetnana dalam Memahami Pendeta sebagai Gembala, Bukan Tuan
Keywords:
Kepemimpinan Gembala, Yohanes 13:1-17, GMIT Imanuel Kesetnana, Persepsi Mengenai Pendeta, Kerendahan HatiAbstract
Artikel ini membahas pemahaman Jemaat GMIT Imanuel Kesetnana mengenai kepemimpinan gembala, dengan menyoroti model kepemimpinan yang dicontohkan oleh Yesus melalui tindakan pembasuhan kaki murid-murid-Nya (Yohanes 13:1–17). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan tafsir naratif untuk menggali makna dan implikasi teks tersebut dalam konteks kepemimpinan gerejawi. Melalui teladan Yesus, artikel ini berupaya mengoreksi persepsi jemaat yang keliru dan menawarkan perspektif baru mengenai kepemimpinan yang berakar pada kerendahan hati dan pelayanan tanpa diskriminasi. Diharapkan, pemahaman ini dapat memperkaya konsep kepemimpinan gembala yang sejati di tengah kehidupan bergereja.
References
Amir Hamzah, Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research), Malang:Literasi Nusantara Abadi, 2020.
Alexander Strauch, Biblical Eldership: An Urgent Call to Restore Biblical Church Leadership.
Adriana Sonda B, Kajian Teologis Makna Pembasuhan Kaki Dalam Ibadah Kamis Putih Dan Sungbangsihnya Bagi Peningkatan Pelayanan Di Gereja Toraja Jemaat Meriba Manggau, Institut Agama Kristen Negeri Toraja, Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Vol. 5 No. 2 Februari 2023.
Hironimus Resi dan Intansakti Pius X, Model Pelayanan Yesus Menurut Injil Yohanes 13:1–17 Bagi “Gembala” Gereja Masa Kini, Vol. 8, No. 1 (Mei 2023).
Jhon M. Echols dan Hasan Sadily, Kamus Inggris-Indonesia(Jakarta: Gramedia, 1997).
Kevin DeYoung, The Book on Leadership, (Wheaton, IL: Crossway, 2015).
Katarina and Krido Siswanto, “Keteladanan Kepemimpinan Yesus Dan Implikasinya Bagi Kepemimpinan Gereja Pada Masa Kini,”Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, no. 2 (2018).
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, ed. revisi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017).
Matthew Henry, Tafsiran Matthew Henry: Injil Yohanes 12–21, penerjemah Iris Ardaneswari et al., ed. Johnny Tjia et al. (Surabaya: Penerbit Momentum, 2010).
P. A. Didi Tarmedi, Analisis Naratif: Sebuah Metode Hermeneutika Kristiani Kitab Suci,Vol.29.No 23 (2013).
Ramlo Pandiangan, Spiritualitas Kristen dalam Tindakan Membasuh Kaki dalam Yohanes 13:1–20:Sebuah Analisis Naratif, Jurnal Transformasi dan kepemimpinan 2, no. 1 (Mei 2023), https://resources.sttinti.ac.id/ojs/index.php/JT. Dikutip pada tanggal 23 Juni 2025, jam. 14:44
Vena Tri Lestari, Keteladanan Yesus dalam Melayani berdasarkan Injil Yohanes 13:1-20, Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, Vol. 3, No. 1 (2022).
Yuferi Waruwu dan Hisikia Gulo, “Konsep Menggembalakan di dalam Perjanjian Baru dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini”, LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta 2, no. 2 (30 Juni 2021).
Yahya Wijaya, Kepemimpinan Yesus Sebagai Acuan Bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini, Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana, Indonesia, JURNAL JAFFRAY, Vol. 16, No. 2, 2 (Oktober 2018): 129-144, Pissn: 1829-9474; Eissn: 2407-4047.



